SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan Kamis, 4 April 2024

Kis 3:11-26; Mzm 8:2a.5.6-7,8-9; Luk 24 :35-48

…. Mereka terkejut dan takut, karena menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa kamu terkejut, dan apa sebabnya timbul keragu-raguan didalam hatimu? Lihatlah tangan dan kaki-Ku : Aku sendirilah ini! Rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu kan tidak ada daging dan tulangnya , seperti yang kamu lihat ada pada-Ku” .( Lukas 37-39)

Sepeninggalan Guru yang diagungkan wafat dikayu salib, murid-murid begitu sedih, kecewa, cemas dan takut. Mereka kehilangan pengharapan, karena sandaran hidup mereka pada Yesus hilang seiring dengan kematian Yesus dikayu salib. Mereka berniat kembali pada lingkungan masing-masing.
Iman, harapan dan kasih merupakan satu kesatuan, namun terkadang manusia terlalu berlebihan dalam memaknai harapan, akibatnya ketika harapan itu hilang mereka bisa mengalami kekecewaan dan bahkan mengalami krisis iman. Dan manakala krisis iman menjadi berat, bisa menimbulkan berbagai tindakan yang nekad, atau tak jarang orang meninggalkan imannya.
Dalam iman, pengharapan dan kasih, yangg terpenting adalah kasih. Kedatangan Yesus dan selama hidup-Nya selalu mewartakan dan menekankan pentingnya kasih tersebut. Dengan demikian ketika kita mengatakan firman itu ya dan amin, tidak akan berubah selamanya, maka ketika Yesus secara jasmani telah wafat, tetapi Roh-Nya, firman-Nya akan tetap hidup selamanya. Setelah kebangkitannya, dan melalui berbagai penampakan kepada para murid, adalah tanda bahwa Dia tetap hidup dan akan selalu menyertai kita dengan cinta kasih-Nya. Iman perlu dibangun, dipupuk dan diperbaharui setiap saat agar pengharapan itu tetap ada, sehingga kita tetap mampu menjadi pewarta kebangkitan-Nya.
Kisah dua orang murid yang mengalami perjumpaan pribadi dalam perjalanan ke Emaus, akhirnya mereka sadar bahwa Yesus yang Mati telah bangkit, mereka segera kembali ke Yerusalem untuk mewartakan kebangkitan Yesus kepada teman-temannya, dan kesaksian kedua murid menjadi kegembiraan dan sangat meneguhkan, dan akhirnya mereka pergi segala bangsa untuk mewartakan kebangkitan-Nya, serta mengajak semua orang untuk bertobat dan mengampuni.
Demikian juga dengan kita, marilah kita dan semua orang-orang yang percaya, kita yang mengalami kekecewaan, keputus asaan seperti dua orang murid yang berjalan ke Emaus, berbaliklah ke Yerusalem dan menjadi saksi kebangkitan Yesus, agar semakin banyak orang mengalami cinta kasih dan keselamatan Tuhan Yesus. Tuhan memberkati kita semua (FXST)