Renungan Rabu 27 Maret 2024
Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”
(Matius 26:21)
Mari mengarahkan pikiran dan perasaan kita menuju saat di mana pertemuan terakhir Yesus dan para murid-Nya diselenggarakan. Saat itu Yesus sudah mengetahui rencana pengkhianatan Yudas yang sedang duduk di antara para murid-Nya. Namun Yesus tetap menyimpan nama Yudas sehingga para murid lain tidak mengetahui siapa yang merencanakan penyerahkan diri-Nya.
Kita bisa membayangkan betapa sedih dan hancurnya hati Yesus oleh pengkhianatan orang yang dikasihi-Nya. Betapa tidak, murid yang telah tinggal bersama dengan-Nya selama 3 tahun sangat tega untuk menukarkan hubungan, kasih, di antara mereka hanya dengan 30 keping uang perak yang tidak berarti. Karena tindakan ini, Yudas menjadi orang yang paling dibenci karena bertanggung jawab terhadap penyaliban Yesus, bahkan sampai saat ini, kita masih sering merasakan kekecewaan yang sama atas perbuatan Yudas. Kemarahan dan kekecewaan terhadap pengkhiatanan Yudas selalu terbuka kembali setiap menjelang Paskah, di mana semua penderitaan Yesus sampai wafat-Nya diperingati secara khusus.
Saya mengajak saudara sekalian untuk terbuka dan berani berhadapan dengan Yesus yang disalibkan kembali pada setiap Misa Ekaristi dan bertanya pada diri sendiri, benarkah hanya Yudas yang menyerahkan Yesus untuk disalib? Bukankah saya yang tak luput dari dosa juga ikut andil menukarkan Yesus dengan hal-hal duniawi lainnya, seperti; nafsu mengejar kekayaan, kekuasaan, kedagingan dan kesombongan? Tanpa sadar kita menjadi Yudas Yudas yang baru, yang rela meninggalkan Yesus, menyakiti hati-Nya demi hal-hal tadi, yang semakin gencar menyerbu kita. Tanpa sadar kita telah menggadaikan Yesus pula, demi hal-hal yang lebih rendah dari kasih-Nya.
Maka menjelang peringatan sengsara Yesus, kita diingatkan untuk tetap setia pada ajaranNya, pada kasih-Nya dan tidak menyerahkan Yesus demi hal-hal yang sementara dan tidak berarti.
Marilah kita berdoa:
Ya Allah Bapa, bantulah kami dalam perjuangan mengalahkan godaan-godaan duniawi, kedagingan, dan kesombongan sehingga kami tidak ikut menyakiti dan menyalibkan Putra-Mu, menyerahkan dan menggadaikan Putra-Mu. Sungguh merupakan suatu hal yang sulit bagi kami untuk bertahan di tengah situasi dunia saat ini, namun Engkau sendiri telah mengutus Roh Kudus-Mu yang memampukan kami untuk tetap setia kepada-Mu dan keluar menjadi pemenang. Kami mohon semua ini demi Yesus Kristus, Tuhan dan Perantara kami. Amin [LSL]