“Sekarang Anak Manusia dipermuliakan, dan Allah dipermuliakan di dalam Dia” Yoh 13 :31
Injil hari ini mencatat tentang pengkhianatan dan penyangkalan 2 murid Yesus yang hidup dan tinggal bersama dengan Dia.
Yudas yang menyerahkan Yesus kepada para imam-imam kepala untuk diadili dan Petrus yang menyangkal sebagai murid Yesus.
Dalam perjalanan menuju penderitaan dan wafatNya, Yesus telah mengetahui bahwa Yudas Iskariot akan menyerahkan Dia dan Petrus akan menyangkal Dia tiga kali,
namun Yesus justru tetap dapat mengatakan bahwa sekarang dan segera Dia akan dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia (Yoh 13 : 31b – 32).
Setiap kali saya dan banyak orang dikecewakan dengan ketidak setiaan dan pengkhianatan sahabat terutama saat mengalami kesulitan,
kita sering fokus pada kesalahan maupun perasaan sakit hati yang semakin membebani hati kita.
Hari ini saya belajar dari Yesus yang tenang untuk menerima ketidak setiaan para muridNya sebagai bagian dari perjalanan penderitaan dan rencana Allah yang harus diterimaNya.
Yesus fokus pada kehendak Allah yang mulia, Ia tetap percaya dan menyatakan bahwa, Allah akan mempermuliakan Dia dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.
Melalui sikap Yesus, marilah kita belajar untuk menerima semua sikap dan kelemahan pribadi orang lain dalam perjalanan hidup kita
dan fokus pada kehendak dan rencana Allah di dalam hidup kita.
Sebenarnya, saya menyadari bahwa saya menemukan rencana dan kehendak Allah yang mulia dan terbaik dalam jalan hidup saya
tidak hanya melalui dukungan orang lain, bahkan juga melalui penolakan orang lain.
Meneladani Yesus, yang penuh dengan iman dan kerelaan untuk menerima rencana Allah, sehingga Yesus juga tetap memanggil dan memberi kesempatan kepada Petrus
untuk bertobat dan menjadi muridNya, maka kitapun selayaknya tetap berbesar hati memberi kesempatan kepada setiap pribadi untuk mengalami rekonsiliasi dalam berelasi dengan kita,
karena melalui setiap pribadi yang kita jumpai, Allah menyatakan kemuliaanNya di dalam dan melalui kita.
Doa:
Terima kasih Tuhan atas Sabda dan teladanMu pada hari ini. Engkau hendak menguatkan iman kami untuk selalu hidup dengan rasa syukur.
Sesungguhnya melalui setiap perisitwa dan setiap pribadi yang kami jumpai, meskipun tampaknya belum sesuai dengan harapan kami,
Engkau menghendaki kami tetap percaya bahwa Engkau dapat membawa kami mencapai rencana dan kehendakMu yang mulia.
Semoga hidup kami dapat memancarkan kemuliaanMu karena iman dan kesetiaan kami untuk melakukan kehendakMu. Amin,