Renungan Minggu 24 Maret 2024 Hari Minggu Palma Mengenang Sengsara Tuhan
Bacaan: Mrk. 11:1-10. Yes. 50:4-7; Mzm. 22:8-9,17-18a,19-20,23-24; Flp. 2:6-11; Mrk. 14:1-15,47
Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, (Markus 11:9)
Hari ini kita memperingati Tuhan Yesus masuk ke kota Yerusalem, menggenapkan rencana penyelamatan Bapa bagi dunia. Umat Israel menyambut-Nya dengan sorak-sorai dan pujian, penghormatan dan pemuliaan, Hosanna…Hosanna…! Namun hanya dalam hitungan hari, yang sangat singkat, seruan-seruan itu berbalik menjadi hujatan, penistaan dan seruan kebencian; seruan maut, “Salibkan Dia…salibkan Dia!”
Bagaimana mungkin secepat itu keadaan bisa berbalik? Begitu mudah hati berubah, berbalik? Rupanya memang bisa secepat itu hati manusia berubah, hati manusia yang kosong, yang menjadi begitu mudah diombang-ambingkan situasi dan keadaan dari luar. Ketika tekanan, hasutan atau tatkala kepentingan-kepentingan diri terusik dan terancam, di saat itulah semuanya akan menghempas keyakinan tipis di dada. Bukan tak mungkin, hari-hari ini pun masih bisa kita jumpai pribadi-pribadi demikian. Ketika iman menjadi tawaran yang tak lagi mampu melunaskan harapan dan kebutuhan hidup. Hanya sekeping keyakinan yang tipis, iman yang rapuh.
Maka marilah di hari-hari penuh rahmat ini kita boleh meraih lebih dan lebih lagi cinta Tuhan dengan hati yang penuh kerelaan dan kerinduan. Semoga cinta Tuhan boleh sungguh sungguh memenuhi, sekiranya ada, hati yang lompong dan rapuh. Biarlah kekuatan cinta Tuhan mampu membuat tetap bertahan dalam segala situasi, goncangan, tekanan dan juga himpitan, boleh tetap menyerukan dalam hati dan mulut kita: “Hosana, Hosana bagi Tuhan dan Rajaku!”
Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati kita semua. Amin (JI)