Renungan Rabu, 3 April 2024
Kis 3:1-10;
Mzm 105:1-2,3-4,6-7,8-9;
Luk 24:13-35.
” Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.” ( Lukas 24:35 )
Para Sahabat SEP dan KEP terkasih. Selamat Paskah!
InjilhariinimemaparkankisahyangmenginspirasidimanaduamuridYesus,dalam perjalananmereka ke Emaus, bertemudenganTuhanyangmerekatidakkenali padaawalnya.Dalamdialogmereka terungkaplah kekecewaan,frustasi,dan kebingunganmerekaterhadapperistiwa peristiwayang baru saja terjadimengenai Yesus. Harapan mereka terhadap-Nya hancur, meninggalkan mereka ragu dan terombang-ambing dalam keyakinan mereka. Harapan mereka terhadap-Nya hancur, meninggalkan mereka ragu dan terombang-ambing dalam keyakinan mereka. Namun,diakhirperjalanan,ketika Yesusmemecah roti bersama mereka, mata mereka terbuka dan keyakinan mereka dipulihkan: Yesus telah bangkit dan hadir bersama mereka. Mereka kembali dengan sukacita untuk berbagi kabar baik ini kepada murid-murid lainnya untuk memperkuat iman mereka.
Baru-baru ini, dunia disentuh oleh tragedi bunuh diri sekeluarga akibat tekanan finansial. Ini menjadi pengingat bagi kita bahwa kesengsaraan hidup sering kali mengguncang keyakinan seseorang dan membawa mereka pada kesimpulan yang tragis. Namun, kitaharus tetapwaspadaterhadap keraguan dan godaanuntuk menyerah kepada putus asa.
Kita dapat belajar dari keteguhan dan iman dua murid di Emaus bahwa Yesustidak pernah meninggalkan kita, bahkan dalam kesulitan terbesar sekalipun. Kita dipanggil untuk tetap setia, membuka hati kita kepada firman Tuhan, dan mengandalkan janji-janji-Nya. Yesus adalah jawaban atas semua kesulitan kita, dan dalam setiap sakramen, khususnya Ekaristi, kita menemukan kekuatan baru. Kita, yang telah diubah oleh iman, dipanggil untuk bertahan teguh, tabah, dan bijaksana. Allah setia kepada kita, maka marilah kita juga tetap setia kepada-Nya, datang kepada-Nya dalam ibadah dan melaksanakan kehendak-Nya.
Apakah masih ada keraguan dalam mengikuti Yesus? Mari kita merenungkan hal ini dalam doa dan berusaha untuk memperkuat iman kita dalam setiap langkah yang kita ambil.
Semoga Tuhan memberkati kita semua dalam perjalanan iman kita. Amin. (RMPPT)