Renungan Jumat, 22 Maret 2024
tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” (Yohanes 10:38)
Untuk percaya, seseorang membutuhkan proses. Dimulai dari tahu, kenal, ada bukti atau realitas yang telah dikerjakan, kemudian orang lain menanggapi dengan positif atau bukti riil, kemudian orang mengakui atau percaya apa yang dikatakan atau hasil yang telah dikerjakan atau dilakukan orang tersebut. Begitu pula firman Tuhan hari ini, orang Yahudi menolak percaya Yesus sebagai Tuhan, hatinya tertutup, mereka tidak percaya bahwa Yesus Putra Allah. Mereka tidak mau mengakui-Nya meski sudah melihat banyak tanda dan mukjizat. Bahkan mereka akan melempari Tuhan Yesus dengan batu. Hati orang-orang Yahudi tegar-tengkuk, meskipun Tuhan Yesus telah menyatakan diri-Nya sebagai Anak Allah, dan menyatakan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan-Nya untuk kebaikan namun mereka tetap mencela Yesus. Bahkan mereka bermaksud membunuh Yesus. Mereka menganggap-Nya menghujat Allah karena Yesus menyebut Diri-Nya Anak Allah, artinya menyamakan Diri-Nya dengan Allah. Padahal bagi mereka, Yesus hanyalah seorang manusia biasa. Kenyataan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang mampu melakukan banyak mukjizat hingga diikuti oleh banyak orang, inilah yang membuat mereka menjadi marah terhadap Yesus.
Dalam masa Prapaskah ini, marilah kita memerika batin kita secara lebih mendalam, maka akan terungkap bahwa sesungguhnya pertentangan terhadap Tuhan Yesus juga kita alami. Seperti orang Yahudi, kita percaya dan kagum pada mukjizat Tuhan Yesus, kagum pada otoritas dan pengajaran-Nya, tetapi ketika kita dihadapkan pada dosa dan perlunya pertobatan, masih ada di antara kita yang sulit untuk melakukannya karena kurang percaya bahwa Yesus sungguh Allah yang sanggup dan mau mengampuni ketika kita datang kepada-Nya dengan hati menyesal dan mau berubah.
Mari saudara, Bapa di dalam Yesus dan Yesus di dalam Bapa mengajak saya dan saudara untuk membereskan atau melakukan pertobatan dari prasangka-prasangka buruk terhadap suami, istri, anak-anak, tetangga, teman sekerja, teman sepelayanan, atau orang lain dengan cara memerika batin kita secara lebih mendalam, dan bertobat serta mohon pengampunan Tuhan Yesus, sehingga kita boleh hidup menang dan merayakan Paskah dengan hati bersukacita, sebab kita sudah dibebaskan dari dosa. Amin
Mari memuji Tuhan Allah kita:
Aku bersyukur dan terimakasih Tuhan, sebab Engkau mengasihi aku, Engkau Tuhan kekuatanku. Engkaulah bukit batuku, kubu pertahananku, dan penyelamatku, .Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, Engkaulah perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, Terpujilah Engkau ya Tuhan, sebab Engkau telah mendengar dan melepaskan aku dari dosa dan dari kesesakan. Amin
Tuhan Yesus memberkati (EMCW)