SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan Senin, 18 Maret 2024, Hari Biasa, Pekan Prapaskah V

Bacaan: T.Dan.13:1-9.15-17.19-30.33-62; Mzm.23:1-3a.3b-4.5.6; Yoh.33:11; Yoh.8:1-11

 

Yoh 8:11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Perikop injil hari ini memberikan pengalaman mendalam tentang kasih dan belas kasihan Yesus serta makna pengampunan-Nya yang tidak terbatas bagi manusia berdosa. Kisah ini juga menyoroti pentingnya untuk tidak menghakimi orang lain, tetapi juga mau memahami bahwa kita semua manusia yang berdosa dihadapan Tuhan dan membutuhkan belas kasihan-Nya.

 

Pertama-tama,kita digambarkan bagaimana Yesus secara teratur mengajar dibait Allah,dimana banyak orang berkumpul untuk mendengarkan-Nya.Kemudian,kita dibawa dalam situasi yang mendebarkan dimana para ahli Taurat dan orang Farisi membawa seorang perempuan yang tertangkap basah dalam perbuatan zina ke hadapan-Nya. Mereka ingin mencobai Yesus,namun respond Yesus adalah memberikan teladan bagi kita semua.Daripada menghakimi atau mengutuk.Dia menunjukkan belas kasihan dan pengampunan.

 

Ketika Yesus mengatakan kepada mereka yang ingin melemparkan batu pertama kali,Yesus mengajukan pertanyaan yang mengingatkan mereka akan kelemahan dan dosa dosa mereka sendiri. Yesus mengajarkan tentang pentingnya untuk tidak menghakimi orang lain,tetapi mau melihat ke dalam diri sendiri dan mengakui dosa-dosa kita dihadapan Tuhan.Ketika penuduh pergi satu persatu,Yesus tetaplah satu-satunya yang tinggal bersama perempuan itu. Ini menunjukkan bahwa kasih dan belas kasihan-Nya tidak pernah berubah atau berkurang bahkan ketika orang lain meninggalkan kita.Yesus adalah satu-satunya yang setia dan tidak pernah meninggalkan kita.

Kita dapat melihat di akhir cerita,Yesus tidak mengutuk apa yang dilakukan wanita itu tetapi Yesus memberikan kesempatan lagi dan mendorongnya untuk tidak berbuat dosa lagi. Renungan atas kisah ini mengajarkan kita tentang kasih dan belas kasihan Yesus yang tidak terbatas,serta pentingnya pengampunan dalam kehidupan kita sebagai umat Katolik. Di masa Prapaskah,marilah kita mohon rahmat-Nya. Kita dipanggil untuk menjalani kehidupan yang mencerminkan kasih dan belas kasihan-Nya,mengampuni seperti yang Dia lakukan kepada kita,dan menjauhi sikap menghakimi dan memandang rendah orang lain.

 

Doa

Semoga kita semua selalu diingatkan untuk belajar untuk lebih memahami dan mengamalkan kasih dan belas kasih Yesus dalam hidup kita sehari-hari. Berilah anak-Mu sikap hati yang ikhlas untuk dapat diproses dan dibentuk seturut kehendak-Mu,Amin (BDH)