SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan hari Kamis, 14 Maret 2024, Pekan IV Prapaskah

Bacaan: Kel. 32:7-14Mzm. 106:19-20,21-22,23Yoh. 5:31-47.

“tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.” (Yohanes 5:34)

Yesus tidak memegahkan diri, walaupun Ia adalah Mesias yang menjadi utusan Allah, sebagai putra Allah. Hal ini terbukti dari apa yang dikatakan-Nya dalam Yoh. 5:31, “Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar.” Perkataan Yesus ini menjadi bahan renungan bagi kita. Sebagai orang beriman kita berusaha untuk selalu berbuat baik, namun dalam kebaikan kita ini kita menginginkan orang lain melihat dan mengklaim bahwa kita adalah orang baik, artinya apa yang ada dalam pikiran kita berlawanan dengan apa yang dicontohkan oleh Tuhan Yesus. Hendaklah kesaksian yang kita nyatakan dalam sikap dan perbuatan adalah semata karena kasih, seperti apa yang dikatakan Yesus.

Yesus sendiri tidak ingin mendapat predikat, yang Ia inginkan adalah kita mengikuti perkataan-Nya. Seandainya saja dunia ini tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Sang Juru Selamat, apakah hal itu akan berpengaruh terhadap Yesus? Tentu tidak. Karena Yesus telah mengatakan-Nya di dalam Yoh. 5:34: “tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.” Tujuan kehadiran Yesus di dunia ini sangat jelas yaitu karena kasih-Nya supaya semua orang selamat. Masihkan ada keraguan dalam diri kita?

Tentunya kita tahu kesaksian tentang perkataan Yohanes Pembaptis: “Dia akan datang kemudian setelah aku, membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Yohanes Pembaptis bersaksi tentang kebenaran akan Mesias Sang Juru Selamat, ia adalah pelita yang menyala dan bercahaya, semoga kita tidak hanya terpukau oleh pelita yang menyala, tetapi lebih menjadikan diri kita sebagai pelita yang menyala itu sendiri. Tidak memegahkan diri, berbuat baik karena kasih, biarlah kasih kita mengalir kepada setiap orang yang ada di sekitar kita di mana pun kita berada. Karena kasih yang kita nyatakan dalam sikap hidup, janganlah kita memegahkan diri, akan tetapi supaya orang lain melihat Kristus dalam diri kita. Dengan demikian kita mewujudkan harapan Tuhan Yesus, menjadikan diri kita sebagai pelita yang menyala dan bercahaya.

Berkat Tuhan menyertai kita semua.

Doa: Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur atas kasih-Mu. Karena rahmat keselamatan dari-Mu, hari ini sabda-Mu menjadi kekuatan kami untuk berbuat baik karena kasih. Kami mohon curahan Roh Kudus-Mu agar kami Kau mampukan untuk menjadi pelita yang menyala dan bercahaya, karena Engkaulah Mesias Juru selamat kami. Amin.

(AJS)