Renungan hari Minggu, 17 Maret 2024, hari Minggu Prapaskah V
Bacaan: Yer. 31:31-34; Mzm. 51:3,4,12-13,14-15; Ibr. 5:7-9; Yoh. 12:20-33.
Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.” (Yohanes 12:23)
Dalam bacaan injil hari ini, Yesus mengatakan bahwa telah tiba saatnya Putra Manusia dimuliakan. Sebagai pengikut Kristus yang telah dipilih sebagai anak-anak Allah dan sebagai pelayan Allah, apakah kita telah memuliakan Putra Manusia? Terlebih pada masa tobat/masa Prapaskah ini, apakah kita senantiasa sadar bahwa setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan kita menunjukkan kemuliaan Tuhan?
Tanpa disadari, sering kali kita lebih memikirkan diri sendiri, egois, tidak mau berkorban sedikit saja bagi sesama. Kita tidak mau berbagi kasih yang telah Tuhan Yesus berikan kepada kita. Kita kurang menyadari bahwa memuliakan Tuhan berarti meneladani sikap hidup dan melakukan kehendak-Nya.
Teladan dan ajaran Tuhan Yesus yang utama adalah kasih. Tuhan karena kasih-Nya, rela menyerahkan diri untuk menebus kita manusia berdosa. Apakah kita juga rela memberikan sedikit waktu, tenaga, pemikiran kita untuk memberikan kasih kepada sesama, mengenalkan Tuhan untuk keselamatan jiwa sesama? Dengan melakukan kasih yang Tuhan ajarkan berarti kita memuliakan-Nya.
Memuliakan Tuhan berarti memiliki sikap mau mengampuni. Apakah aku mudah mengampuni ataukah aku masih sering mendendam? Dengan memiliki sikap mau mengampuni maka kita telah memuliakan-Nya. Kemudian dengan meneladani sikap Tuhan Yesus yang taat dan setia berarti kita juga memuliakan-Nya. Melalui ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan, serta iman percaya kita akan Gereja yang satu, kudus, Katolik, dan apostolik, menunjukkan bahwa kita memuliakan-Nya.
Mari dalam masa Prapaskah ini kita semakin memuliakan-Nya dengan sikap, hati, pikiran, dan perkataan kita yang menunjukkan kasih, pengampunan, serta ketaatan dan kesetiaan kita.
Ya Yesus, ajarlah kami untuk selalu melakukan segala sesuatu bagi kemuliaan-Mu. Ajarkan kami untuk senantiasa mengajarkan kasih, mau mengampuni, dan taat serta setia sesuai dengan kehendak-Mu, agar nama-Mu senantiasa kami muliakan. Amin.
(IJW)