SEP Surabaya, Sentra Evangelisasi Pribadi

Renungan hari Jumat, 15 Maret 2024, Pekan IV Prapaskah

Bacaan: Keb. 2:1a,12-22Mzm. 34:17-18,19-20,21,23Yoh. 7:1-2,10,25-30.

“Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.” (Yohanes 7:28b)

Mengapa mereka mau membunuh Yesus yang tidak melakukan kesalahan itu? Bacaan pertama memberi jawaban atas pertanyaan ini. Dikatakan dalam bacaan pertama tentang rancangan orang fasik: “Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita dia menjadi gangguan dan menentang pekerjaan kita.”

Orang-orang Yahudi yang ingin membunuh Yesus bukanlah orang fasik tetapi orang-orang yang gagal melihat pekerjaan baik Yesus sebagai pekerjaan Allah sendiri. Sungguh ironis bahwa Yesus yang mengajarkan keutamaan dan melakukan pekerjaan baik itu justru menjadi batu sandungan bagi mereka.

Hal ini pun sering kita jumpai di zaman sekarang ini, di mana saya melihat orang yang jarang membaca Kitab Suci kadang-kadang membuat kebenaran menurut versinya sendiri. Anak saya pun suatu hari berkata kepada saya bahwa orang tidak perlu harus selalu ke gereja tiap minggu, berdoa di rumah sama saja, Tuhan ada di mana-mana. Kemudian saya menanggapinya bahwa yang mengatakan hal itu bukanlah mama, melainkan Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan di dalam Alkitab, di antaranya:

Jadi benar apa yang dikatakan Santo Hieronimus bahwa tidak mengenal Kitab Suci sama dengan tidak mengenal Kristus Sang Kebenaran yang sejati. Maka orang kadang-kadang menjadi tidak suka dengan kebenaran Kristus yang bisa mengganggu zona nyamannya dan mencari argumen untuk membenarkan pernyataannya.

Maka betapa kita bersyukur melalui relasi terus menerus dengan Tuhan dan berkomunitas, kita akan lebih mengenal kebenaran yang membawa kita kepada iman, harapan, dan kasih, yaitu Yesus Kristus Sang Kebenaran dan Juru Selamat seluruh umat manusia.

Tuhan Memberkati

(Mm)