Renungan Kamis 7 Maret 2024
Bacaan: Yer. 7:23-28; Mzm. 95:1-2,6-7,8-9; Luk. 11:14-23.
Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.” (Lukas 11:23)
Shalom,
Bapak ibu para sahabat terkasih di dalam Kristus.
Di dalam suatu peperangan, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh hebatnya suatu pasukan saja, bukan hanya karena senjata hebat dan tentara kuat, tetapi juga ditentukan oleh beberapa hal yang lain, misalnya strategi, diplomasi juga koneksi. Terlebih kalau kita berbicara tentang perang di era modern ini. Yang perang negara A melawan B, tapi dampaknya bisa kemana-mana sehingga tidak jarang negara lain ikut-ikutan membantu. Contohnya ketika perang Rusia dan Ukraina. Ada dua blok besar yang ikut berperang, Rusia dibantu Cina dan lain-lain, Ukraina dibantu negara-negara yang tergabung dalam blok NATO. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Bukankah cukup dua negara yang berseteru saja yang harusnya terlibat. Ternyata tidak semudah itu, karena berdirinya suatu negara juga ditopang dan didukung oleh negara lain. Inilah yang namanya koneksi/relasi.
Jadi bukan hanya kekuatan fisik, tapi non fisik pun juga ikut berperan. Diplomasi dan koneksi/relasi saat ini menjadi salah satu bentuk kekuatan. Kita bisa lihat juga di dalam kitab Perjanjian Lama, para nabi pun juga menjadi bagian dari kekuatan bangsa Israel. Mereka sebagai wakil Allah bisa mengangkat seorang raja tapi bisa juga menurunkan seorang raja. Para nabi ini memiliki relasi yang luar biasa dengan Allah sehingga mereka memiliki kuasa yang begitu besar.
Dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus menyindir orang-orang yang meragukan kuasa-Nya. Sekalipun orang-orang ini melihat suatu mukjizat yang besar yaitu orang bisu disembuhkan (ayat 14) namun mereka tidak bisa melihat kebaikan dan kuasa yang Tuhan Yesus lakukan. Bahkan mereka menuduh Tuhan Yesus menggunakan kuasa Beelzebul (setan).
Kuasa dan mukjizat yang Tuhan Yesus lakukan, bukan dimaksudkan untuk mengundang decak kagum ataupun pujian, namun benar-benar karena Tuhan tergerak untuk membebaskan si sakit dari penderitaannya dan juga untuk mewartakan kabar baik Kerajaan Allah. Dalam ayat yang ke 20, jelas Tuhan memperlihatkan perbedaan antara menjadi pengikut setan atau menjadi pengikut Tuhan (Kerajaan Allah).
Dalam kehidupan kita saat ini, seringkali kita juga diperhadapkan pada pilihan ikut setan atau ikut Tuhan. Yang jelas ikut Tuhan berarti ada kehidupan, ada mukjizat, ada kesembuhan dan semua yang terbaik. Semoga kita semua sepakat memilih di pihak Yesus bukan di pihak setan (ayat 23).
Mari bapak ibu para sahabat terkasih, tetaplah berada di pihak Tuhan sekalipun keadaan sesulit apapun. Jangan khawatir, Yesus selalu memihak kepada kita.
Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? (Roma 8:31).
Selamat beraktivitas. Selamat menjalani masa prapaskah dengan penuh sukacita.
Tuhan Yesus memberkati. (BVJSW)