Renungan Selasa 5 Maret 2024
Bacaan: Dan. 3:25,34-43; Mzm. 25:4bc-5ab,6-7bck,8-9; Mat. 18:21-35.
Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. (Matius 18:22)
Injil hari ini menceritakan tentang kisah seorang hamba yang memiliki banyak hutang, tetapi karena belas kasihan Raja, hutang hamba tersebut telah dilunaskan. Saat hamba itu keluar ia bertemu dengan saudaranya yang memiliki hutang kepadanya lalu karena saudara itu tidak bisa membayar hutang, si hamba tersebut memasukkan saudaranya ke penjara. Hal ini sama dengan kita, pada dasarnya kita pun banyak memiliki hutang dosa, tetapi karena kasih Allah, Ia telah menyelamatkan kita dan menebus dosa kita dengan wafat dan kebangkitan-Nya. Tetapi sering kali kita masih memperhitungkan kesalahan dan dosa orang lain terhadap kita, hal ini sama saja dengan kisah seorang hamba pada Injil hari ini. Kita yang telah diampuni oleh Tuhan sudah selayaknya kita juga menyenangkan hati Tuhan dengan cara mengampuni sesama yang bersalah kepada kita. Melalui bacaan Injil hari ini Tuhan mengingatkan kembali kepada kita untuk saling mengampuni dan tidak lagi memperhitungkan kesalahan orang lain, karena kita lebih dulu telah diampuni dan dikasihi oleh Tuhan Allah.
Terlebih pada masa prapaskah ini yaitu masa pertobatan, masa di mana kita saling introspeksi diri dan mohon pengampunan atas segala dosa dan kesalahan kita. Sama halnya dengan doa yang telah diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri yaitu doa Bapa kami, di dalam doa Bapa kami terdapat kalimat: “ampunilah kami, seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.”
Jadi jika kita manusia yang berdosa ini ingin memperoleh pengampunan dari Allah, sudah seharusnya kita juga mengampuni orang-orang yang bersalah pada kita, kita harus saling mengasihi satu sama lain sama seperti Tuhan telah mengasihi kita. Semoga pada masa prapaskah ini kita bisa saling mengampuni, mengasihi dan saling mendoakan demi memuliakan nama Tuhan.
Tuhan Yesus, karena belas kasih-Mu kepada kami, Engkau rela menebus kami di kayu Salib. Kami mohon, berilah kami kekuatan dan bimbingan Roh Kudus-Mu, agar kami juga mampu mengasihi dan mengampuni sesama kami, demi kemuliaan nama-Mu kini dan sepanjang masa. Amin (FXG)